MEDIA PENYIMPANAN DATA EKSTERNAL

MEDIA PENYIMPANAN DATA EKSTERNAL

 TUJUAN PEMBELAJARAN :

SETELAH MEMPELAJARI BAB INI DIHARAPKAN MAMPU :

  1. MEMAHAMI MEDIA PENYIMPANAN DARA EKSTERNAL ( MAGNETIK DISK, RAID, OPTICAL DISK, DAN PITA MAGNETIK)
  2. MEMBEDAKAN BEBERAPA ATERNATIF PEMAKAIAN BEBERAPA MEDIA PENYIMPANAN DATA(SEMI KONDUKTOR, MAGNETIK DISK, RAID, OPTICAL DISKM DAN PITA MAGNETIK)

KELOMPOK

BUATLAH KELOMPOK ( 1 KELOMPOK 3 SISWA ) DISKUSIKAN APA YANDG DIMAKSUD DENGAN MAGNETIK DISK.

JIKA SUDAH PRESENTASIKAN DIDEPAN  DENGAN BAPAK IBU YANG MENGAMPU?

BUAT PRESENTASI SLIDE SHOW, DAN TARIK SEBUAH KESIMPULAN APA YANG ANDA KERJAKAN.

 LATIHAN SOAL

  1. APA YANG ANDA TAHU TENTANG MAGNETIC DISK ?
  2. BAGAIMANA BENTUK –BENTUK MAGNETIK DISK YANG SERING KITA TAHU DAN KITA JUMPAI ?
  3. BAGAIMANA CARA KERJA MAGNETIK DISK ( HARDISK ) DALAM SEBUAH KOMPUTER ?
  4. SEBUTKAN CONTOH MAGNETIK DISK ?

 PEMBAHASAN

 MAGNETIK DISK

Magnetik disk merupakan piranti penyimpanan sekunder yang paling banyak dijumpai pada sistem komputer modern. Disk adalah piringan bundar yang dibuat dari logam atau plastik yang dilapisi dengan bahan yang dapat dimagnetisasi.  Data yang dikirim akan direkam di atasnya dan kemudian dapat dibaca dari disk dengan meggunakan kumparan penginduksi ( condution coil) yang dikenal dengan sebuatan head.  Selama operasi pembacaan dan penulisan, head akan bekera dengan sifat stationer, sedangkan piringan berputar dibawah head tersebut.

Pada saat disk diguanakan, motor drive berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi ( biasanya 60-100 putaran perdetik).  Mekanisme penulisan berdasarkan pada medan magnet yang dihasilkan oleh arus listrik yang mengalir melalui sebuah kumparan, tegangan dikirim ke head dan pola magnetik direkam pada permukaan disk mengeluarkan arus yang mempunyai polaritas yang sama dengan polaritas waktu merekam pada disk tersebut.

Lebar piringan disk berkisar antara 1,8 sampai 14 inchi.   Disk yang berukuran besar terdapat pada sistem – sistem yang besar karena daya simpannya juga sangat besar dan proses transfer datanya yang tinggi.  Disk yang kecil biasanya dipakai pada PC (personal computer)

Head merupakan perangkat yang dapat membaca dan menulis dari bagian piringan yang ada di bawahnya. Hal ii sangat berpengaruh dalam organisasi data pada piringan untuk membentuk track.  Masing – masing track mempunyai lebar sama dengan head,

Gambar magnetik disk

Gambar diatas menjelaskan layout pada hard disk, track yang ada dipisahkan oleh gap( pada gambar yang terdapat garis putus – putus).  Gap mencegah error akibatnya melesetnya  head atau interferensi medan magnet.  Track dan selctor merupakan salah satu komponen dari megnetik disk.

Gambar track dan sector

Cara kerja magnetik disk dalam penulisan dan membaca data dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar cara kerja magnetik disk

  1. TEKNOLOGI RAID

(Redundant Array of Independent Disk)

  1. Pengertian RAID

RAID atau daalam bahasa Indonesia penyimpanan data redundan yaitu sebuah teknologi dalam penyimpanan data yang digunaan untuk meminimalkan kesalahan pada saat peyimpanan dan pembacaan data dengan menggunakan redundansi (penumpukan data) dengan menggunakan perangkat lunak atau menggunakan harddisk itu sendiri.  Pola RAID terdiri atas enam level dari level nol sampai lima.  Level ini tidak mengartikan hubungan hirarkis ( urutan tingkatan) namun penandaan arsitektur rancangan yang berbeda yang mempunyai tiga karakteristik umum :

  1. RAID merupakan sekumpulan disk drive yang dianggap oleh sistem operasi sebagai sebuah drive logical tunggal
  2. Data distribusikan (disalurkan ) ke drive fisik
  3. Kapasitas redundan disk digunakan untuk menyimpan informasi paritas ( penggunaan sandi), yang menjamin pemulihan data ketika terjadi kegagalan disk
  4. Level RAID
  5. RAID Level 0(nol)

RAID level 0 menggugnakan kumpulan disk dengan stripting pada level blok, tanpa redundansi.  Jadi hanya menyimpan melakukan stripting blok data ke dalam beberapa disk. Level ini sebenarnya tidak termasuk ke dalam kelompok RAID karena tidak menggunakan redundansi untuk peningkatkan kinerjanya.

Gambar raid level nol

RAID 0 yang dikenal juga dengan metode stripting diguanakan untuk mempercepat kinerja hardisk. Kapasitas totoal harddisk pada metode ini adalah jumlah kapasitas hardisk pertama ditambah hardisk kedua. Metiodenya dilakukan dengan cara membagi data secara terpisah ke dua hardisk.  Jadi, separuh data ditulis ke hardisk  pertama dan separuhnya ditulis ke harddisk ke dua.  Secara teoritis cara ini akan mempercepat penulisan / pembacaan hard disk. Keburukan dari cara ini adalah apabila salah satu harddisk rusak maka seluruh data hilang.

  1. RAID LEVEL 1

Raid level 1 ini merupakan disk mirroring, menduplikat setiap disk. Car ini dapat meningkatkan kinerja disk, tetapi jumlah disk yang dibutuhkan menjadi dua kali lipat, sehingga biayanya menjadi lebih sangat mahal.  Pada level 1 ( disk duplexing dan disk mirroring) data pada suatu partisi hard disk disalin ke sebuah partisi di hardisk yang lain sehingga bila salah satu rusak, masih tersedia salinanya di partisi mirror.

Gambar level 1

RAID 1 yang dikenal juga dengan metode mirroring digunakan untuk mendapatkan keamanan data (backup). Metodenya dilakukan dengan cara menyalin isi hard disk pertama ke hard disk ke dua.  Apabila salah satu harddisk pertama juga akan ditulis di hardidisk ke dua,  jadi apa yangditulis pada hardisk pertama juga akan dituliskan di hard disk kedua. Apabila salah satu hardisk rusak, maka data pada hardisk yang satunya masih ada.  Keburukan dari cara ini dibandingkan performa harddisk singgle (non-RAID). Selain itu kapasitas total yang kamu dapat dengan metode ini hanyalah sebesar kapasitas satu ahrddisk saja.

  1. RAID LEVEL 2

RAID level 2 pada level in, menggunakan taknik akses paralel, seluruh anggota disk berpartisipasi dalam mengeksekusi setiap request I/O.  Umumnya, pemutaran setiap drive berada pada posisi yang sama pada setiap disk yang terdapat pada array.

Gambar level 2

Pada RAID 2 digunakan stripting data, denga RAID level 2 code error- correcting dihitung melalui semua bit-bit yang bersangkutan pada setiap disk data.  RAID level 2 hanya akan menjadi pilihan yang tepat untukk lingkungan yang sering mengalami disk error. Pada keadaan rehabilitas disk dan disk drive yang tinggi, RAID level 2 tidak tepat untuk digunakan.

  1. RAID LEVEL 3

Pada level 3 ini pengorganisasian sana dengan pada leve 2.  Perbedaan yang mendasar adalah level 3 hanya membutuhkan disk redudant tunggal, tidak tergantung pada besarnya array disk.  Level 3 menggunakan akses paralel dengan data yang didistribusikan dalam bentuk – bentuk kecil, code error correcting tidak dihitung, melainkan bit paritas sederhana yang dihitung untuk sejumlah bit –bit individual yang berada dalam posisi yang sama pada selurun disk data

Gambar level 3

  1. RAID LEVEL 4

Level 4 ini mengunakan akses yang independen. Dalam array dengan akses independen, setiap anggota disk beroperasi secara independen. Sehingga request I/O dapat dipenuhi secara paralel.

  1. RAID LEVEL 5

Pada level in pengorganisasian sama dengan level 4, perbedaannya terletak pada pendistribusian strip – strip paritas ke seluruh disk. Alokasi yang umum dikenal adalah round robin

  1. RAID LEVEL 6

RAID level 6 disebut juga redundant P + Q.  Mirip seperti RAID level 5, tetapi menyimpan informasi redundan tambahan untuk mengantisipasi kegagalan dari beberapa disk sekaligus.  Raid level 6 melakukan dua perhitungan paritas berbeda, kemudian disimpan di dalam blok –blok yang terpisah pada disk – disk yang berbeda. Jadi, jika disk data yang dibutuhkan untuk RAID level 6 ini adalah n+2 disk. Keuntungan dari RAID level 6 ini adlaah kehandalan data yang sangat tinggi, karena untuk menyebabkan data hilang, kegagalan harus terjadi pada tiga buah disk dalam interval rata –rata untuk perbaikan data (mean time to repair atau MTTR), kerugiannya yaitu pinalti waktu pada saat penulisan data, karena setiap penulisan yang dilakukan akan memperngaruhi sua paritas blok

  1. RAID LEVEL 0 + 1 dan 1 + 0

Raad level 0 + 1 dan 1 + 0 in merupakan kombinasi dari RAID level 0 dan 1. RAID level 0 memiliki kinerja yang baik, sedangkan RAID level 1 memiliki kehandalan.  Namun, dalam kenyataannya kedua hal ini sama pentingnya.  Dalam RAID 0 + 1, sekumpulan disk di strip, kemudian strip tersebut di mirror ke disk – disk yang lain, menghasikan strip 0 strip data yang sama.  Kombinasi lainnya yaitu RAID 1+0, dimana disk – diskdi mirror secara berpasangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *